<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kang Heri ajar nulis</title>
	<atom:link href="http://herisetiawan.web.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://herisetiawan.web.id</link>
	<description>Tulisan sederhana tanpa makna, sebaris materi tanpa arti</description>
	<lastBuildDate>Sat, 10 Mar 2012 11:48:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Totalitas Hidup Seorang Muslim</title>
		<link>http://herisetiawan.web.id/totalitas-hidup-seorang-muslim.html</link>
		<comments>http://herisetiawan.web.id/totalitas-hidup-seorang-muslim.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Mar 2012 09:21:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Heri Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[ad-dien al islam]]></category>
		<category><![CDATA[islam kaffah]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan muslim]]></category>
		<category><![CDATA[perjuangan islam]]></category>
		<category><![CDATA[totalitas hidup muslim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herisetiawan.web.id/?p=118</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Al-Ustadz DR. Ahzami Sami&#8217;un Jazuli, MA, LC &#8220;Dan sesungguhnya jika kamu mendatangkan kepada orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al-Kitab (Taurat dan Injil), semua ayat (keterangan), mereka tidak akan mengikuti kiblatmu, dan kamu pun tidak akan mengikuti kiblat mereka, dan sebagian dari mereka pun tidak mengikuti kiblat sebagianyang lain. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Oleh Al-Ustadz DR. Ahzami Sami&#8217;un Jazuli, MA, LC<br />
</em><br />
<img class="alignleft size-medium wp-image-119" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="totalitas dalam islam" src="http://herisetiawan.web.id/wp-content/uploads/2012/03/totalitas-dalam-islam-300x300.jpg" alt="totalitas dalam islam 300x300 Totalitas Hidup Seorang Muslim" width="300" height="300" /><em>&#8220;Dan sesungguhnya jika kamu mendatangkan kepada orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al-Kitab (Taurat dan Injil), semua ayat (keterangan), mereka tidak akan mengikuti kiblatmu, dan kamu pun tidak akan mengikuti kiblat mereka, dan sebagian dari mereka pun tidak mengikuti kiblat sebagianyang lain. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang zalim&#8221;</em>.(QS. 2:145)</p>
<p>Ayat ini menjelaskan tentang pengingkaran ahli kitab untuk mengikuti kiblatnya kaum muslimin. Kalau kita perhatikan pada ayat lain, sebenarnya Ahli Kitab ini jelas-jelas mengenal Rasulillah SAW. Allah SWT berfirman :<br />
<em>&#8220;Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al-Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendirir. Dan sesungguhnya sebagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.&#8221;</em> (QS. 2:146).</p>
<p>Ayat 146 dari Qs. Al-Baqoroh menggambarkan bahwa pengenalan Ahli Kitab kepada Rasulullah Muhammad SAW itu sebagaimana mereka mengenal anaknya sendiri. Jadi sangat kenal. Namun demikian, ketika Rasulullah Muhammad SAW di utus kepada seluruh manusia, mereka seolah-olah tidak tahu. Mereka mengingkarinya. Mereka tidak mau mengikutinya.</p>
<p><span id="more-118"></span>Ahli Kitab mengetahui tentang kebenaran kerasulan Muhammad SAW, bahwa beliau benar-benar utusan Allah. Tetapi mereka tidak mengakui kiblatnya,tidak mengakui kebenarannya, tidak mengikuti jalan hidupnya, seperti yang tercantum pada awal ayat ini :<br />
<em>&#8220;Dan sesungguhnya jika kamu mendatangkan kepada orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al-Kitab (Taurat dan Injil), semua ayat (keterangan), mereka tidak akan mengikuti kiblatmu&#8230;&#8221;<br />
</em><br />
Mengapa Ahli kitab mengingkari kerasulan Muhammad padahal mereka mengetahui bahwa perilakunya itu salah ? Mereka melakukan itu karena tidak bisa lepas dari hawa nafsunya (&#8216;adamu tajrid &#8216;anil hawa). Ketika totalitas hidupnya tidak diserahkan kepada Allah, walaupun dia tahu tentang suatu kebenaran,dia tidak mau mengikutinya. Ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) ini tahu bahwa Rasulullah SAW itu utusan Allah, jelas dalam kitab mereka diterangkan hal tersebut.</p>
<p>Mengukur seseorang dari pengetahuannya semata tidak cukup. Buktinya adalah Yahudi dan Nasrani tahu dan mengenal tentang Muhammad, tetapi mereka tidak beriman kepada Rasulullah SAW. Keimanan mereka kepada Allah patut diragukan. Imannya kepada Allah tidak total sehingga ketika Allah menentukan Muhammad yang dipilih sebagai Rasulnya, mereka tidak bisa menerima. Mereka tidak bisa melepaskan dirinya dari hawa nafsunya, dari kepentingannya. Hawa nafsu mereka menginginkan agar Allah menunjuk Rasul dari golongannya. Mereka hanya mentaati Allah jika sesuai dengan hawa nafsunya.</p>
<p>Sikap Ahli kitab ini merupakan pelajaran bagi kita untuk senantiasa mengingatkan diri kita dan masyarakat kita agar tidak menjadikan tingginya ilmu yang dimiliki oleh seseorang sebagai standar ketinggian derajat seseorang atau suatu kaum. Fenomena ahli kitab ini adalah fenomena tentang lapisan masyarakat yang terpelajar yang melakukan pelanggaran dan penyimpangan. Banyak ummat Islam yang tahu bahwa sesuatu itu halal, atau haram, tetapi mereka melanggarnya. Mereka masih berbuat maksiyat. Mereka belum bisa melepaskan seluruh pengaruh hawa nafsunya.</p>
<p>Bukankah orang yang minum minuman keras itu pada umumnya mereka tahu kalau minum minuman keras itu haram? Mereka tahu. Tetapi mereka melanggarnya.Hawa nafsu telah mendominasi dirinya. Orang yang korupsi atau kolusi, bukankah mereka terpelajar yang mengetahui bahwa korupsi dan kolusi itu termasuk kema&#8217;siyatan ?. Ketika mereka masih jadi pelajar atau mahasiswa mungkin ikut dalam demonstrasi anti korupsi atau kolusi. Tetapi ketika dia yang berkesempatan untuk melakukan korupsi dan kolusi, mereka melakukannya juga. Ini semua bukan berarti dia tidak tahu yang halal dan yang haram, akan tetapi hawa nafsu dan kepentingan berperan sangat dominan pada dirinya. Berdakwah kepada orang-orang yang sudah pernah belajar Islam kadang-kadang lebih sulit daripada yang sama sekali belum pernah belajar Islam. Orang yang pernah belajar Islam, baik di Pesantren, di Perguruan Tinggi, atau di tempat lain, mereka merasa seolah-olah ilmu yang didapatkannya telah cukup baginya untuk selamat dari adzab Allah. Kalau diingatkan ketika dia berbuat ma&#8217;siyat, merasa lebih pintar daripada yang mendakwahi. Orang-orang yang mempunyai pandangan semacam ini sulit untuk menerima kebenaran yang dikemukakan orang lain.</p>
<p><img class="alignright size-medium wp-image-120" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="perjuangan islam" src="http://herisetiawan.web.id/wp-content/uploads/2012/03/perjuangan-islam-300x225.jpg" alt="perjuangan islam 300x225 Totalitas Hidup Seorang Muslim" width="300" height="225" />Ketika menghadapi orang yang demikian, kita disuruh berjidal atau berdebat seperti kata Allah dalam surat An-Nahl ayat 125: &#8220;Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Rabbmu Dia-lah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk&#8221; (Qs.An-Nahl 125)</p>
<p>Ahli tafsir mengatakan bahwa berdakwah dengan wajadilhum billati hiya ahsan itu ditujukan kepada ahli kitab dan orang-orang yang berilmu tetapi mereka tidak mau mengikuti kebenaran Islam. Kenapa kita tidak disuruh menda&#8217;wahi mereka dengan nasehat? Karena nasehat sangat tepat jika ditujukan kepada orang yang tidak tahu. Memang benar bahwa nasehat itu untuk semua manusia, tetapi nasehat akan mudah diterima bagi orang yang memang tidak tahu. Bagi orang yang sudah tahu tentang sesuatu tetapi dia tidak mau mengamalkan kebenaran yang diketahuinya, kita harus berda&#8217;wah kepadanya dengan berjidal dengan cara yang ahsan.</p>
<p>Ketika Ahli Kitab tidak mau mengikuti Rasulullah SAW, apa sikap beliau ? Apa beliau harus mengalah ? Ternyata tidak. Allah mengatakan (dan tidaklah kamu mengikuti kiblat mereka).<br />
Dalam ilmu lughoh, kalimat itu disebut jumlatul ismiyat yang bermakna tetap eksis dan kontinyu. Ini mengandung arti bahwa dalam hal apapun jangan sekali-kali kita mengikuti kiblatnya Ahli Kitab. Dan ini berlaku untuk selama-lamanya.<br />
Pesan Allah ini pada realitanya belum kita laksanakan dengan baik. Sistem ekonomi kita meniru mereka, sistem politik juga meniru mereka dan sistem pendidikan juga demikian. Sisi yang lainnya dalam hidup kita juga banyak meniru mereka.</p>
<p>Dalam bidang pendidikan misalnya, sistem pendidikan kita banyak diwarnai dengan ikthilat. Padahal jika kita bicara tentang sistem pendidikan Islam yang diterapkan dari jaman Rasul sampai jaman generasi yang menjadikan Islam sebagai petunjuk hidupnya, tidak ada sekolah yang memperbolehkan ikhtilat, yang mencampurkan antara laki-laki dan perempuan. Ada yang mengatakan bahwa itu dilakukan dengan alasan darurat. Mereka berpikiran jika antara laki-laki dan perempuan dipisah, nanti gurunya banyak, lalu menggajinya dari mana ? Padahal sesuatu yang darurat itu ada batasnya. Tidak bisa sampai mati masih menggunakan alasan darurat. Dalam aturan Islam, ketika kita diperbolehkan makan bangkai karena kita lapar, setelah kita makan dan sudah cukup menghilangkan lapar, kita tidak diperbolehkan meneruskan makan dengan alasan darurat.<br />
Ummat Islam yang tidak memahami ayat semacam ini sangat mudah terjebak mengikuti cara hidup Ahli Kitab. Padahal jelas-jelas Allah mengatakan (janganlah kalian mengikuti kiblat mereka). Penegasan Allah ini tidak kebetulan. Bukan berarti kalau suatu saat kita menganggap bahwa kondisinya lain, kita boleh mengikuti mereka. Tidak ada begitu.<br />
Sebaliknya Allah mengatakan (sebagian mereka tidak mau mengikuti sebagian yang lain). Yahudi dan Nasrani pada dasarnya selalu ribut, hanya kita saja yang tidak mengetahui. Sebenarnya kepentingan-kepentingan Yahudi dan Nasrani sering bertabrakan. Dalam melakukan lobi-lobi di Amerika misalnya, mereka selalu &#8220;cakar-cakaran&#8221;. Demikian pula dalam banyak hal lainnya.Tetapi ketika menghadapi Islam mereka bersatu.</p>
<p>Selanjutnya Allah mengatakan :<br />
<em>&#8220;&#8230;Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu yaitu Al-Qur&#8217;an, Al-Islam, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang zalim&#8230;&#8221;</em><br />
Rasulullah SAW saja kalau mengikuti selera Ahli Kitab termasuk orang yang dholim, apalagi kita yang tidak ada hubungan darah dengan Rasulullah SAW. Dalam Islam tidak ada basa-basi. Siapapun yang menentang ajaran Allah, dia adalah dholim. Ini pernyataan yang tegas dari Allah yang harus kita taati. Kita jangan suka berstrategi untuk menyiasati aturan Allah ini. Kita tidak usah takut manusia akan lari jika kita mentaati aturan Allah ini. Jangan sampai kita mengatakan &#8220;Pak, mereka tidak mau ikut kalau kita begitu&#8230;.</p>
<p>Pak, kalau kita tidak begini nanti tidak diterima masyarakat&#8221;. Dakwah ini harus dilakukan dengan mengikuti jalan Allah, bukan untuk mengikuti selera masyarakat. Memang boleh kita mempertimbangkan sesuatu untuk kemashlahatan, sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip yang digariskan oleh Allah SWT. Kita sekarang ini terlalu banyak membuat kebijakan-kebijakan tanpa memperhatikan dasar-dasar &#8216;aqidah yang digariskan Allah. Mungkin kita khawatir jika selalu berpegang pada prinsip yang digariskan Allah malah sulit diterima masyarakat. Kekhawatiran ini tidak berdasar. Rasulullah SAW juga ketika berdakwah, awalnya memang tidak diterima masyarakat. Tetapi beliau tetap berpegang pada prinsip yang digariskan Allah. Dan hasil yang dicapai Rasulullah dengan izin Allah sedemikian menakjubkan.</p>
<p>Ini menegaskan agar nilai yang kita anut harus tetap. Nilai yang kita pegang itu adalah ajaran Allah SWT, bukan selera masyarakat. Ketika Allah menurunkan jumlatul ismiyat ini tidak kebetulan, tetapi Allah memilih dengan hikmah, supaya ummat Islam jangan sedikitpun mengikuti jalan yang dibentangkan oleh Yahudi dan Nasrani. Ketika Umar bin Khothob r.a menjadi kholifah, beliau berusaha merapikan masalah ketatanegaraan (bukan berarti sebelumnya tidak rapi, tetapi sebelumnya belum sempurna sehingga perlu disempurnakan). Untuk itu beliau membutuhkan orang-orang yang ahli dalam tata negara. Ketika itu Gubernurnya menawarkan seorang kristen yang ahli tata negara untuk bekerja di iddaroh (di kantor kenegaraan). Apa kata Umar bin Khothob ? Apa beliau mengatakan &#8220;Wah Anda baik, Anda betul-betul bisa mencari orang yang kita butuhkan, karena pada tahun-tahun ini kita butuh ahli semacam ini&#8221;. Ternyata Umar tidak mengatakan demikian tetapi beliau malah berkata: &#8220;Untuk apa kita menerima orang Kristen, apakah kalau orang kristen itu mati, kita tidak lagi bekerja ? Saya tidak mau menerima semua ini&#8221;. Begitu kata Umar. Padahal orang kristen itu benar-benar ahli dalam bidang yang sedang dibutuhkan negara. Itupun Umar bin Khothob menolaknya. Betapa Umar betul-betul memahami dan mengamalkan isi ayat ini. Tidak mungkin orang-orang kafir itu bekerja tanpa pamrih. Pasti dia mempunyai tujuan-tujuan tertentu. Mana ada orang kafir yang ketika bekerja dia tidak mencari posisi untuk mendakwahkan agamanya ?</p>
<p>Thobi&#8217;atul ma&#8217;rokat (karakter peperangan) antara haq dan bathil itu tidak pernah selesai. Ketika al-haq eksis, al-bathil tidak akan merasa aman, merasa terganggu. Mereka pasti bergerak. Jika ada orang beriman yang tidak berda&#8217;wah, berarti dia tidak mengetahui thobi&#8217;atul haq (hakekat kebenaran). Cacing yang hidup di tempat kotor, jika kita pegang untuk kita pindah pada air yang bersih, dia menolak. Ketika kita masukkan cacing tersebut ke dalam air kolam yang bersih dia tidak betah, karena sudah biasa di tempat yang kotor. Kehidupan cacing ini contoh bagi kita. Kita mengajak mereka (orang-orang yang kotor itu) supaya dia bersih dari dosa, supaya dia baik. Tetapi ketika kita tarik kepada sesuatu yang bersih, dia bergerak, dia menggeliat dan melawan. Dia lebih suka tetap mempertahankan eksistensi kebathilannya. Inilah pelajaran berharga dari Allah yang harus kita perhatikan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herisetiawan.web.id/totalitas-hidup-seorang-muslim.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gairah Cinta dan Kelesuan Ukhuwah &#8211; Ust. Rahmat Abdullah</title>
		<link>http://herisetiawan.web.id/gairah-cinta-dan-kelesuan-ukhuwah-ust-rahmat-abdullah.html</link>
		<comments>http://herisetiawan.web.id/gairah-cinta-dan-kelesuan-ukhuwah-ust-rahmat-abdullah.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Mar 2012 09:07:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Heri Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[ad-dien al islam]]></category>
		<category><![CDATA[Gairah Cinta dan Kelesuan Ukhuwah]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah rahmat abdullah]]></category>
		<category><![CDATA[rahmat abdullah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herisetiawan.web.id/?p=114</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin terjadi seseorang yang dahulunya saling mencintai akhirnya saling memusuhi dan sebaliknya yang sebelumnya saling bermusuhan akhirnya saling berkasih sayang. Sangat dalam pesan yang disampaikan Kanjeng Nabi SAW : &#8220;Cintailah saudaramu secara proporsional, mungkin suatu masa ia akan menjadi orang yang kau benci. Bencilah orang yang kau benci secara proporsional, mungkin suatu masa ia akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-115" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="ust rahmat abdullah" src="http://herisetiawan.web.id/wp-content/uploads/2012/03/ust-rahmat-abdullah-300x254.jpg" alt="ust rahmat abdullah 300x254 Gairah Cinta dan Kelesuan Ukhuwah   Ust. Rahmat Abdullah" width="300" height="254" /> Mungkin terjadi seseorang yang dahulunya saling mencintai akhirnya saling memusuhi dan sebaliknya yang sebelumnya saling bermusuhan akhirnya saling berkasih sayang. Sangat dalam pesan yang disampaikan Kanjeng Nabi SAW : &#8220;Cintailah saudaramu secara proporsional, mungkin suatu masa ia akan menjadi orang yang kau benci. Bencilah orang yang kau benci secara proporsional, mungkin suatu masa ia akan menjadi kekasih yang kau cintai.&#8221; (HSR Tirmidzi, Baihaqi, Thabrani, Daruquthni, Ibn Adi, Bukhari). Ini dalam kaitan interpersonal. Dalam hubungan kejamaahan, jangan ada reserve kecuali reserve syar&#8217;i yang menggariskan aqidah &#8220;La tha’ata limakhluqin fi ma’shiati’l Khaliq&#8221;. Tidak boleh ada ketaatan kepada makhluq dalam berma&#8217;siat kepada Alkhaliq. (HR Bukhari, Muslim, Ahmad dan Hakim).</p>
<p>Doktrin ukhuwah dengan bingkai yang jelas telah menjadikan dirinya pengikat dalam senang dan susah, dalam rela dan marah. Bingkai itu adalah : &#8220;Level terendah ukhuwah (lower), jangan sampai merosot ke bawah garis rahabatus’ shadr (lapang hati) dan batas tertinggi tidak (upper) tidak melampaui batas itsar (memprioritaskan saudara diatas kepentingan diri).</p>
<p><span id="more-114"></span>Bagi kesejatian ukhuwah berlaku pesan mulia yang tak asing di telinga dan hati setiap ikhwah : &#8220;Innahu in lam takun bihim falan yakuna bighoirihim, wa in lam yakunu bihi fasayakununa bighoirihi&#8221; (Jika ia tidak bersama mereka, ia tak akan bersama selain mereka. Dan mereka bila tidak bersamanya, akan bersama selain dia). Karenanya itu semua akan terpenuhi bila ‘hati saling bertaut dalam ikatan aqidah’, ikatan yang paling kokoh dan mahal. Dan ukhuwah adalah saudara iman sedang perpecahan adalah saudara kekafiran (Risalah Ta&#8217;lim, rukun Ukhuwah).</p>
<p><strong>Gairah Cinta dan Kelesuan Ukhuwah<br />
</strong><br />
Karena bersaudara di jalan ALLAH telah menjadi kepentingan dakwah-Nya, maka &#8220;kerugian apapun&#8221; yang diderita saudara-saudara dalam iman dan da&#8217;wah, yang ditimbulkan oleh kelesuan, permusuhan ataupun pengkhianatan oleh mereka yang tak tahan beramal jama&#8217;i, akan mendapatkan ganti yang lebih baik. &#8220;Dan jika kamu berpaling, maka ALLAH akan gantikan dengan kaum yang lain dan mereka tidak akan jadi seperti kamu&#8221; (Qs. 47: 38).</p>
<p>Masing-masing kita punya pengalaman pribadi dalam da&#8217;wah ini. Ada yang sejak 20 tahun terakhir dalam kesibukan yang tinggi, tidak pernah terganggu oleh kunjungan yang berbenturan dengan jadwal da&#8217;wah atau oleh urusan yang merugikan da&#8217;wah. Mengapa ? Karena sejak awal yang bersangkutan telah tegar dalam mengutamakan kepentingan da&#8217;-wah dan menepiskan kepentingan lainnya. Ini jauh dari fikiran nekad yang membuat seorang melarikan diri dari tanggungjawab keluarga.</p>
<p>Ada seorang ikhwah sekarang sudah masuk jajaran masyaikh. Dia bercerita, ketika menikah langsung berpisah dari kedua orang tua masing-masing, untuk belajar hidup mandiri atau alasan lain, seperti mencari suasana yang kondusif bagi pemeliharaan iman menurut persepsi mereka waktu itu. Mereka mengontrak rumah petak sederhana. &#8220;Begitu harus berangkat (berdakwah-red) mendung menggantung di wajah pengantinku tercinta&#8221;, tuturnya. Dia tidak keluar melepas sang suami tetapi menangis sedih dan bingung, seakan doktrin da’wah telah mengelupas. Kala itu jarang da’i dan murabbi yang pulang malam apalagi petang hari, karena mereka biasa pulang pagi hari. Perangpun mulai berkecamuk dihati, seperti Juraij sang abid yang kebingungan karena kekhususan ibadah (sunnah) nya terusik panggilan ibu. &#8220;Ummi au shalati : Ibuku atau shalatku?&#8221; Sekarang yang membingungkan justru &#8220;Zauji au da’wati&#8221; : Isteriku atau da’wahku ?&#8221;.</p>
<p>Dia mulai gundah, kalau berangkat istri cemberut, padahal sudah tahu nikah dengannya risikonya tidak dapat pulang malam tapi biasanya pulang pagi, menurut bahasa Indonesia kontemporer untuk jam diatas 24.00. Dia katakan pada istrinya : &#8220;Kita ini dipertemukan oleh Allah dan kita menemukan cinta dalam da’wah. Apa pantas sesudah da’wah mempertemukan kita lalu kita meninggalkan da’wah. Saya cinta kamu dan kamu cinta saya tapi kita pun cinta Allah&#8221;. Dia pergi menerobos segala hambatan dan pulang masih menemukan sang permaisuri dengan wajah masih mendung, namun membaik setelah beberapa hari. Beberapa tahun kemudian setelah beranak tiga atau empat, saat kelesuan menerpanya, justru istri dan anak-anaknyalah yang mengingatkan, mengapa tidak berangkat dan tetap tinggal dirumah? Sekarang ini keluarga da’wah tersebut sudah menikmati berkah da’wah.</p>
<p>Lain lagi kisah sepasang suami istri yang juga dari masyarakat da’wah. Kisahnya mirip, penyikapannya yang berbeda. Pengantinnya tidak siap ditinggalkan untuk da’wah. Perang bathin terjadi dan malam itu ia absen dalam pertemuan kader (liqa’). Dilakukan muhasabah terhadapnya sampai menangis-menangis, ia sudah kalah oleh penyakit &#8220;syaghalatna amwaluna waahluna : kami telah dilalaikan oleh harta dan keluarga&#8221; (Qs. 48:11). Ia berjanji pada dirinya : &#8220;Meskipun terjadi hujan, petir dan gempa saya harus hadir dalam tugas-tugas da’wah&#8221;. Pada giliran berangkat keesokan harinya ada ketukan kecil dipintu, ternyata mertua datang. &#8220;Wah ia yang sudah memberikan putrinya kepadaku, bagaimana mungkin kutinggalkan?&#8221;. Maka ia pun absen lagi dan dimuhasabah lagi sampai dan menangis-nangis lagi. Saat tugas da&#8217;wah besok apapun yang terjadi, mau hujan, badai, mertua datang dll pokoknya saya harus datang. Dan begitu pula ketika harus berangkat ternyata ujian dan cobaan datang kembali dan iapun tak hadir lagi dalam tugas-tugas dak-wah. Sampai hari ini pun saya melihat jenis akh tersebut belum memiliki komitmen dan disiplin yang baik. Tidak pernah merasakan memiliki kelezatan duduk cukup lama dalam forum da’wah, baik halaqah atau pun musyawarah yang keseluruhannya penuh berkah. Sebenarnya adakah pertemuan-pertemuan yang lebih lezat selain pertemuan-pertemuan yang dihadiri oleh ikhwah berwajah jernih berhati ikhlas ? Saya tak tahu apakah mereka menemukan sesuatu yang lain, &#8220;in lam takun bihim falan takuna bighoirihim&#8221;.</p>
<p><strong>Di Titik Lemah Ujian Datang<br />
</strong><br />
Akhirnya dari beberapa kisah ini saya temukan jawabannya dalam satu simpul. Simpul ini ada dalam kajian tematik ayat QS Al-A’raf Ayat 163 : &#8220;Tanyakan pada mereka tentang negeri di tepi pantai, ketika mereka melampaui batas aturan Allah di (tentang) hari Sabtu, ketika ikan-ikan buruan mereka datang melimpah-limpah pada Sabtu dan di hari mereka tidak bersabtu ikan-ikan itu tiada datang. Demikianlah kami uji mereka karena kefasikan mereka&#8221;. Secara langsung tema ayat tentang sikap dan kewajiban amar ma’ruf nahyi munkar. Tetapi ada nuansa lain yang menambah kekayaan wawasan kita. Ini terkait dengan ujian.</p>
<p>Waktu ujian itu tidak pernah lebih panjang daripada waktu hari belajar, tetapi banyak orang tak sabar menghadapi ujian, seakan sepanjang hanya ujian dan sedikit hari untuk belajar. Ujian kesabaran, keikhlasan, keteguhan dalam berda’wah lebih sedikit waktunya dibanding berbagai kenikmatan hidup yang kita rasakan. Kalau ada sekolah yang waktu ujiannya lebih banyak dari hari belajarnya, maka sekolah tersebut dianggap sekolah gila. Selebih dari ujian-ujian kesulitan, kenikmatan itu sendiri adalah ujian. Bahkan, alhamdulillah rata-rata kader da’wah sekarang secara ekonomi semakin lebih baik. Ini tidak menafikan (sedikit) mereka yang roda ekonominya sedang dibawah.</p>
<p>Seorang masyaikh da’wah ketika selesai menamatkan pendidikannya di Madinah, mengajak rekannya untuk mulai aktif berda’wah. Diajak menolak, dengan alasan ingin kaya dulu, karena orang kaya suaranya didengar orang dan kalau berda’wah, da’wahnya diterima. Beberapa tahun kemudian mereka bertemu. &#8220;Ternyata kayanya kaya begitu saja&#8221;, ujar Syaikh tersebut.</p>
<p>Ternyata kita temukan kuncinya, &#8220;Demikianlah kami uji mereka karena sebab kefasikan mereka&#8221;. Nampaknya Allah hanya menguji kita mulai pada titik yang paling lemah. Mereka malas karena pada hari Sabtu yang seharusnya dipakai ibadah justru ikan datang, pada hari Jum’at jam 11.50 datang pelanggan ke toko. Pada saat-saat jam da’wah datang orang menyibukkan mereka dengan berbagai cara. Tapi kalau mereka bisa melewatinya dengan azam yang kuat, akan seperti kapal pemecah es. Bila diam salju itu tak akan me-nyingkir, tetapi ketika kapal itu maju, sang salju membiarkannya berlalu. Kita harus menerobos segala hal yang pahit seperti anak kecil yang belajar puasa, mau minum tahan dulu sampai maghrib. Kelezatan, kesenangan dan kepuasan yang tiada tara, karena sudah berhasil melewati ujian dan cobaan sepanjang hari.</p>
<p><strong>Iman dan Pengendalian Kesadaran Ma’iyatullah<br />
</strong><br />
Aqidah kita mengajarkan, tak satupun terjadi di langit dan di bumi tanpa kehendak ALLAH. ALLAH berkuasa menahan keinginan datangnya tamu-tamu yang akan menghalangi kewajiban da’wah. Apa mereka fikir orang-orang itu bergerak sendiri dan ALLAH lemah untuk mencegah mereka dan mengalihkan mereka ke waktu lain yang tidak menghalangi aktifitas utama dalam da’wah? Tanyakan kepada pakarnya, aqidah macam apa yang dianut seseorang yang tidak meyakini ALLAH menguasai segalanya? Mengapa mereka yang melalaikan tugas da’wahnya tidak berfikir perasaan sang isteri yang keberatan ditinggalkan beberapa saat, juga sebenarnya batu ujian yang dikirim ALLAH, apakah ia akan mengutamakan tugas da’wahnya atau keluarganya yang sudah punya alokasi waktu ? Yang ia beri mereka makanan dari kekayaan ALLAH ?</p>
<p>Karena itu mari melihat dimana titik lemah kita. Yang lemah dalam berukhuwah, yang gerah dan segera ingin pergi meninggalkan kewajiban liqa’, syuro atau jaulah. Bila mereka bersabar melawan rasa gerah itu, pertarungan mungkin hanya satu dua kali, sesudah itu tinggal hari-hari kenikmatan yang luar biasa yang tak tergantikan. Bahkan orang-orang salih dimasa dahulu mengatakan &#8220;Seandainya para raja dan anak-anak raja mengetahui kelezatan yang kita rasakan dalam dzikir dan majlis ilmu, niscaya mereka akan merampasnya dan memerangi kita dengan pedang&#8221;. Sayang hal ini tidak bisa dirampas, melainkan diikuti, dihayati dan diperjuangkan. Berda’wah adalah nikmat, berukhuwah adalah nikmat, saling menopang dan memecahkan problematika da’wah bersama ikhwah adalah nikmat, andai saja bisa dikhayalkan oleh mereka menelantarkan modal usia yang ALLAH berikan dalam kemilau dunia yang menipu dan impian yang tak kunjung putus.</p>
<p>Ayat ini mengajarkan kita, ujian datang di titik lemah. Siapa yang lemah di bidang lawan jenis, seks dan segala yang sensual tidak diuji di bidang keuangan, kecuali ia juga lemah disitu. Yang lemah dibidang keuangan, jangan berani-berani memegang amanah keuangan kalau kamu lemah di uang hati-hati dengan uang. Yang lemah dalam gengsi, hobi popularitas, riya’ mungkin– dimasa ujian – akan menemukan orang yang terkesan tidak menghormatinya. Yang lidahnya tajam dan berbisa mungkin diuji dengan jebakan-jebakan berkomentar sebelum tabayun.Yang lemah dalam kejujuran mungkin selalu terjebak perkara yang membuat dia hanya ‘selamat’ dengan berdusta lagi. Dan itu arti pembesaran bencana.</p>
<p>Kalau saja Abdullah bin Ubay bin Salul, nominator pemimpin Madinah (d/h Yatsrib) ikhlas menerima Islam sepenuh hati dan realistis bahwa dia tidak sekaliber Rasulullah SAW, niscaya tidak semalang itu nasibnya. Bukankah tokoh-tokoh Madinah makin tinggi dan terhormat, dunia dan akhirat dengan meletakkan diri mereka dibawah kepemimpinan Rasulullah SAW ? Ternyata banyak orang yang bukan hanya bakhil dengan harta yang ALLAH berikan, tetapi juga bakhil dengan ilmu, waktu, gagasan dan kesehatan yang seluruhnya akan menjadi beban tanggungjawab dan penyesalan.</p>
<p><strong>Seni Membuat Alasan<br />
</strong><br />
Perlu kehati-hatian – sesudah syukur – karena kita hidup di masyarakat Da’wah dengan tingkat husnuzzhan yang sangat tinggi. Mereka yang cerdas tidak akan membodohi diri mereka sendiri dengan percaya kepada sangkaan baik orang kepada dirinya, sementara sang diri sangat faham bahwa ia tak berhak atas kemuliaan itu. Gemetar tubuh Abu Bakar RA bila disanjung. &#8220;Ya ALLAH, jadikan daku lebih baik dari yang mereka sangka, jangan hukum daku lantaran ucapan mereka dan ampuni daku karena ketidaktahuan mereka&#8221;, demikian ujarnya lirih. Dimana posisi kita dari kebajikan Abu Bakr Shiddiq RA ? &#8220;Alangkah bodoh kamu, percaya kepada sangka baik orang kepadamu, padahal engkau tahu betapa diri jauh dari kebaikan itu&#8221;, demikian kecaman Syaikh Harits Almuhasibi dan Ibnu Athai&#8217;Llah.<br />
Diantara nikmat ALLAH ialah sitr (penutup) yang ALLAH berikan para hamba-Nya, sehingga aibnya tak dilihat orang. Namun pelamun selalu mengkhayal tanpa mau merubah diri. Demikian mereka yang memanfaatkan lapang hati komunitas da’wah tumbuh dan menjadi tua sebagai seniman maaf, &#8220;Afwan ya Akhi&#8221;.</p>
<p><strong>Tetapi ALLAH-lah Yang Memberi Mereka Karunia Besar<br />
</strong><br />
Kelengkapan Amal Jama’i tempat kita ‘menyumbangkan’ karya kecil kita, memberikan arti bagi eksistensi ini. Kebersamaan ini telah melahirkan kebesaran bersama. Jangan kecilkan makna kesertaan amal jama’i kita, tanpa harus mengklaim telah berjasa kepada Islam dan da’wah. &#8220;Mereka membangkit-bangkitkan (jasa) keislaman mereka kepadamu. Katakan : ‘Janganlah bangkit-bangkitkan keislamanmu (sebagai sumbangan bagi kekuatan Islam, (sebaliknya hayatilah) bahwa ALLAH telah memberi kamu karunia besar dengan membimbing kamu ke arah Iman, jika kamu memang jujur&#8221; (Qs. 49;17).</p>
<p>ALLAH telah menggiring kita kepada keimanan dan da’wah. Ini adalah karunia besar. Sebaliknya, mereka yang merasa telah berjasa, lalu – karena ketidakpuasan yang lahir dari konsekwensi bergaul dengan manusia yang tidak maksum dan sempurna – menunggu musibah dan kegagalan, untuk kemudian mengatakan : &#8220;Nah, rasain !&#8221; Sepantasnya bayangkan, bagaimana rasanya bila saya tidak bersama kafilah kebahagiaan ini?.</p>
<p>Saling mendo’akan sesama ikhwah telah menjadi ciri kemuliaan pribadi mereka, terlebih doa dari jauh. Selain ikhlas dan cinta tak nampak motivasi lain bagi saudara yang berdoa itu. ALLAH akan mengabulkannya dan malaikat akan mengamininya, seraya berkata : &#8220;Untukmu pun hak seperti itu&#8221;, seperti pesan Rasulullah SAW. Cukuplah kemuliaan ukhuwah dan jamaah bahwa para nabi dan syuhada iri kepada mereka yang saling mencintai, bukan didasari hubungan kekerabatan, semata-mata iman dan cinta fi&#8217;Llah.</p>
<p>Ya ALLAH, kami memohon cinta-Mu, cinta orang-orang yang mencintai-Mu dan cinta kepada segala yang akan mendekatkan kami kepada cinta-Mu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herisetiawan.web.id/gairah-cinta-dan-kelesuan-ukhuwah-ust-rahmat-abdullah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kematian Hati &#8211; Tausyiah by Ust. Rahmat Abdullah</title>
		<link>http://herisetiawan.web.id/kematian-hati-tausyiah-by-ust-rahmat-abdullah.html</link>
		<comments>http://herisetiawan.web.id/kematian-hati-tausyiah-by-ust-rahmat-abdullah.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2012 09:05:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Heri Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[ad-dien al islam]]></category>
		<category><![CDATA[ceramah rahmat abdullah]]></category>
		<category><![CDATA[kajian rahmat abdullah]]></category>
		<category><![CDATA[kematian hati]]></category>
		<category><![CDATA[mengenang rahmat abdullah]]></category>
		<category><![CDATA[tausyiah rahmat abdullah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herisetiawan.web.id/?p=110</guid>
		<description><![CDATA[Banyak orang tertawa tanpa (mau) menyadari sang maut sedang mengintainya. Banyak orang cepat datang ke shaf shalat laiknya orang yang amat merindukan kekasih. Sayang ternyata ia datang tergesa-gesa hanya agar dapat segera pergi. Seperti penagih hutang yang kejam ia perlakukan Tuhannya. Ada yang datang sekedar memenuhi tugas rutin mesin agama. Dingin, kering dan hampa,tanpa penghayatan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-111" title="rahmat abdullah pks" src="http://herisetiawan.web.id/wp-content/uploads/2012/03/rahmat-abdullah-pks.jpg" alt="rahmat abdullah pks Kematian Hati   Tausyiah by Ust. Rahmat Abdullah" width="234" height="300" />Banyak orang tertawa tanpa (mau) menyadari sang maut sedang mengintainya. Banyak orang cepat datang ke shaf shalat laiknya orang yang amat merindukan kekasih. Sayang ternyata ia datang tergesa-gesa hanya agar dapat segera pergi. Seperti penagih hutang yang kejam ia perlakukan Tuhannya.</p>
<p>Ada yang datang sekedar memenuhi tugas rutin mesin agama. Dingin, kering dan hampa,tanpa penghayatan. Hilang tak dicari, ada tak disyukuri. Dari jahil engkau disuruh berilmu dan tak ada idzin untuk berhenti hanya pada ilmu. Engkau dituntut beramal dengan ilmu yang ALLAH berikan. Tanpa itu alangkah besar kemurkaan ALLAH atasmu.</p>
<p>Tersanjungkah engkau yang pandai bercakap tentang keheningan senyap ditingkah rintih istighfar, kecupak air wudlu di dingin malam, lapar perut karena shiam atau kedalaman munajat dalam rakaat-rakaat panjang.</p>
<p>Tersanjungkah engkau dengan licin lidahmu bertutur, sementara dalam hatimu tak ada apa-apa. Kau kunyah mitos pemberian masyarakat dan sangka baik orang-orang berhati jernih, bahwa engkau adalah seorang saleh, alim, abid lagi mujahid, lalu puas meyakini itu tanpa rasa ngeri. Ashshiddiq Abu Bakar Ra. Selalu gemetar saat dipuji orang. &#8220;Ya ALLAH, jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, janganlah Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidak tahuan mereka&#8221;, ucapnya lirih.<br />
<span id="more-110"></span><br />
Ada orang bekerja keras dengan mengorbankan begitu banyak harta dan dana, lalu ia lupakan semua itu dan tak pernah mengenangnya lagi. Ada orang beramal besar dan selalu mengingat-ingatnya, bahkan sebagian menyebut-nyebutnya.Adaorang beramal sedikit dan mengklaim amalnya sangat banyak. Dan ada orang yang sama sekali tak pernah beramal, lalu merasa banyak amal dan menyalahkan orang yang beramal, karena kekurangan atau ketidak-sesuaian amal mereka dengan lamunan pribadinya, atau tidak mau kalah dan tertinggal di belakang para pejuang.</p>
<p>Mereka telah menukar kerja dengan kata. Dimana kau letakkan dirimu?<br />
Saat kecil, engkau begitu takut gelap, suara dan segala yang asing. Begitu kerap engkau bergetar dan takut. Sesudah pengalaman dan ilmu makin bertambah, engkaupun berani tampil di depan seorang kaisar tanpa rasa gentar. Semua sudah jadi biasa, tanpa rasa.</p>
<p>Telah berapa hari engkau hidup dalam lumpur yang membunuh hatimu sehingga getarannya tak terasa lagi saat ma&#8217;siat menggodamu dan engkau meni&#8217;matinya? Malam-malam berharga berlalu tanpa satu rakaatpun kau kerjakan. Usia berkurang banyak tanpa jenjang kedewasaan ruhani meninggi. Rasa malu kepada ALLAH, dimana kau kubur dia?</p>
<p>Di luar sana rasa malu tak punya harga. Mereka jual diri secara terbuka lewat layar kaca, sampul majalah atau bahkan melalui penawaran langsung. Ini potret negerimu : 228.000 remaja mengidap putau. Dari 1.500 responden usia SMP &amp; SMU, 25 % mengaku telah berzina dan hampir separohnya setuju remaja berhubungan seks di luar nikah asal jangan dengan perkosaan.</p>
<p>Mungkin engkau mulai berfikir &#8220;Jamaklah, bila aku main mata dengan aktifis perempuan bila engkau laki-laki atau sebaliknya di celah-celah rapat atau berdialog dalam jarak sangat dekat atau bertelepon dengan menambah waktu yang tak kauperlukan sekedar melepas kejenuhan dengan canda jarak jauh&#8221; Betapa jamaknya &#8216;dosa kecil&#8217; itu dalam hatimu. Kemana getarannya yang gelisah dan terluka dulu, saat &#8220;TV Thaghut&#8221; menyiarkan segala &#8220;kesombongan jahiliyah dan maksiat&#8221;? Saat engkau muntah melihat laki-laki (banci) berpakaian perempuan, karena kau sangat mendukung ustadzmu yang mengatakan &#8220;Jika ALLAH melaknat laki-laki berbusana perempuan dan perempuan berpakaian laki-laki, apa tertawa riang menonton akting mereka tidak dilaknat?&#8221; Ataukah taqwa berlaku saat berkumpul bersama, lalu yang berteriak paling lantang &#8220;Ini tidak islami&#8221; berarti ia paling islami, sesudah itu urusan tinggallah antara engkau dengan dirimu, tak ada ALLAH disana?</p>
<p>Sekarang kau telah jadi kader hebat. Tidak lagi malu-malu tampil. Justeru engkau akan dihadang tantangan : sangat malu untuk menahan tanganmu dari jabatan tangan lembut lawan jenismu yang muda dan segar. Hati yang berbunga-bunga didepan ribuan massa. Semua gerak harus ditakar dan jadilah pertimbanganmu tergadai pada kesukaan atau kebencian orang, walaupun harus mengorbankan nilai terbaik yang kau miliki.</p>
<p>Lupakah engkau, jika bidikanmu ke sasaran tembak meleset 1 milimeter, maka pada jarak 300 meter dia tidak melenceng 1 milimeter lagi? Begitu jauhnya inhiraf di kalangan awam, sedikit banyak karena para elitenya telah salah melangkah lebih dulu.</p>
<p>Siapa yang mau menghormati ummat yang &#8220;kiayi&#8221;nya membayar beberapa ratus ribu kepada seorang perempuan yang beberapa menit sebelumnya ia setubuhi di sebuah kamar hotel berbintang, lalu dengan enteng mengatakan &#8220;Itu maharku, ALLAH waliku dan malaikat itu saksiku&#8221; dan sesudah itu segalanya selesai, berlalu tanpa rasa bersalah?</p>
<p>Siapa yang akan memandang ummat yang da&#8217;inya berpose lekat dengan seorang perempuan muda artis penyanyi lalu mengatakan &#8220;Ini anakku, karena kedudukan guru dalam Islam adalah ayah, bahkan lebih dekat daripada ayah kandung dan ayah mertua?&#8221;</p>
<p>Akankah engkau juga menambah barisan kebingungan ummat lalu mendaftar diri sebagai &#8216;alimullisan (alim di lidah)? Apa kau fikir sesudah semua kedangkalan ini kau masih aman dari kemungkinan jatuh ke lembah yang sama?</p>
<p>Apa beda seorang remaja yang menzinai teman sekolahnya dengan seorang alim yang merayu rekan perempuan dalam aktifitas da&#8217;wahnya? Akankah kau andalkan penghormatan masyarakat awam karena statusmu lalu kau serang maksiat mereka yang semakin tersudut oleh retorikamu yang menyihir? Bila demikian, koruptor macam apa engkau ini? Pernah kau lihat sepasang mami dan papi dengan anak remaja mereka. Tengoklah langkah mereka di mal. Betapa besar sumbangan mereka kepada modernisasi dengan banyak-banyak mengkonsumsi produk junk food, semata-mata karena nuansa &#8220;westernnya&#8221;. Engkau akan menjadi faqih pendebat yang tangguh saat engkau tenggak minuman halal itu, dengan perasaan &#8220;lihatlah, betapa Amerikanya aku&#8221;. Memang, soalnya bukan Amerika atau bukan Amerika, melainkan apakah engkau punya harga diri.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herisetiawan.web.id/kematian-hati-tausyiah-by-ust-rahmat-abdullah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yang Berjatuhan di Jalan Ta&#8217;aruf</title>
		<link>http://herisetiawan.web.id/yang-berjatuhan-di-jalan-taaruf.html</link>
		<comments>http://herisetiawan.web.id/yang-berjatuhan-di-jalan-taaruf.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2012 10:49:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Heri Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[ad-dien al islam]]></category>
		<category><![CDATA[khitbah]]></category>
		<category><![CDATA[masa ta'aruf]]></category>
		<category><![CDATA[menikah]]></category>
		<category><![CDATA[ta'aruf]]></category>
		<category><![CDATA[ta'aruf dalam islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herisetiawan.web.id/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[Masa antara ta&#8217;aruf &#8211; lamaran dan pernikahan merupakan masa-masa yang sangat sensitif. Kita akan dihadapkan pada beberapa &#8220;PR&#8221; antara mempersiapkan pernikahan, mengontrol perasaan dan menghadapi godaan. Seorang yang mempunyai idealisme tinggi dalam syariah sekalipun, ketika dihadapkan pada masa sensitif ini, bisa jadi dia akan jatuh baik sadar maupun tidak. Banyak sekali kasus ta&#8217;aruf dan pra-nikah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="wp-image-107 aligncenter" title="nikah" src="http://herisetiawan.web.id/wp-content/uploads/2012/01/nikah.jpg" alt="nikah Yang Berjatuhan di Jalan Taaruf" width="320" height="240" /></p>
<p>Masa antara ta&#8217;aruf &#8211; lamaran dan pernikahan merupakan masa-masa yang sangat sensitif. Kita akan dihadapkan pada beberapa &#8220;PR&#8221; antara mempersiapkan pernikahan, mengontrol perasaan dan menghadapi godaan. Seorang yang mempunyai idealisme tinggi dalam syariah sekalipun, ketika dihadapkan pada masa sensitif ini, bisa jadi dia akan jatuh baik sadar maupun tidak.<br />
<span id="more-106"></span><br />
Banyak sekali kasus ta&#8217;aruf dan pra-nikah yang tidak menjunjung nilai-nilai syar&#8217;i, mulai dari berlebihan dalam berkomunikasi/bercanda sampai dengan jalan berdua. Walaupun niat dan tujuannya untuk mempersiapkan pernikahan tapi ketika dalam pelaksanaannya mendekati sesuatu yang terlarang, maka hal itu tidaklan diperbolehkan.</p>
<p>Judul asli dari artikel berikut ini adalah &#8220;Bekal Bagi Para 94L4W-ers: Cinta Dulu, Atau Nikah Dulu?&#8221; yang saya ambil dari <a title="Bekal Bagi Para 94L4W-ers: Cinta Dulu, Atau Nikah Dulu?" href="http://www.fimadani.com/bekal-bagi-para-94l4w-ers-cinta-dulu-atau-nikah-dulu/" target="_blank">fimadani.com</a>. Semoga nasihat artikel berikut bermanfaat bagi kita semua..<br />
__________________________________________________<br />
Kapankah saat yang tepat menumbuhkan rasa suka pada pasangan? Sebelum atau sesudah aqad nikah? Ada yang berpendapat, minimal dua minggu sebelum waktu aqad, sudah mulai ada usaha untuk menimbulkan rasa itu, agar saat malam zafaf (malam diboyongnya istri ke rumah suami, tapi kadang disederhanakan sebagai malam pertama) tidak ada kekakuan lagi. Mengapa? Karena ada juga sampai ada muslimah yang merasa -maaf- diperkosa oleh suaminya sendiri (mungkin karena merasa kesakitan dan cara jima’ suami yang agak kasar), juga belum adanya rasa cinta akhwat tersebut pada pasangan.</p>
<p>Hakikatnya, yang dibutuhkan oleh calon pasangan setelah khitbah (lamaran) tapi belum menikah bukanlah cinta/sayang, tapi kesiapan dan kelapangan hati. Dalam arti, siap menerima pasangan apa adanya, tidak ada keraguan lagi terhadap calon pasangan baik secara fikriyah, jasadi, akhlak, dan lain-lain. Dengan adanya kelapangan hati dan kesiapan mental dari keduanya, Insya Allah bayangan-bayangan buruk tentang malam zafaf tidak akan terjadi. Masing-masing berusaha untuk memuliakan pasangannya, tidak akan saling menyakiti. Dengan itu pula, cinta akan hadir dan terus bersemi sejak aqad diucapkan.</p>
<p>Bagaimana jika setelah menikah pun belum muncul rasa cinta? Tidak mengapa. Hal ini wajar terjadi pada sepasang pengantin yang memang bertemu karena perjodohan. Tetapi yakinlah, bahwa cinta itu akan tumbuh perlahan, selama kita berhusnudzan pada Allah. Pasrahkan hati kita pada Sang Pemilik hati, agar Dia berkenan menumbuhkan rasa itu. Banyak berdoa, dan juga berusaha agar tumbuh rasa cinta yang menentramkan. Cinta bukan sesuatu yang pasif, tapi justru aktif. Stephen Covey dalam Seven Habit-nya mengatakan, cinta itu kata kerja, bukan kata sifat. Jadi bukan seperti film India, yang menyikapi cinta seolah menungu wangsit. Menganggap cinta itu ’given’ semata. Tidak mau menikah kalau tidak dengan pasangan yang digandrunginya, hingga sampai merebutnya meskipun sudah menjadi istri orang. Hmm, padahal, cinta di bawah naungan-Nya, jauh lebih indah.</p>
<p>Bagaimana jika sudah timbul rasa suka/cinta sebelum aqad? Tidak mengapa juga, karena ketertarikan dan kedekatan itulah landasan dan motivasi seseorang memilih pasangan hidup dan bermaksud menikahinya. Hal yang perlu dijaga adalah rasa cinta itu ada dalam batas kewajaran, tidak sampai ’mabuk kepayang’, mengganggu konsentrasi. Ini bisa diimbangi dengan tetap mendekatkan diri pada Allah dan minta perlindungan-Nya, untuk menjaga diri dan hati kita agar cinta yang sudah ada tersebut tetap dijaga kesuciannya, tidak terkotori berbagai ’imajinasi’ yang dapat mengotori hati.</p>
<p>Hal lain yang perlu diingatkan adalah, meskipun sudah khitbah (dan mungkin sudah ada benih-benih cinta), tidak perlu diungkapkan secara verbal/non verbal pada calon istri/suami, cukup disimpan dalam hati masing-masing saja.</p>
<p>Banyak kasus yang saya temukan dalam masalah ini, dimana komunikasi antar calon pasangan yang niat awalnya hanya berkoordinasi untuk urusan menikah, kebablasan menjurus ke hal-hal yang bersifat pribadi, bahkan sampai mengungkapkan rasa sayang, kangen, kuatir, hingga rayuan maut yang tak terkendali layaknya anak muda biasa pacaran. Sebagai orang yang sudah terbina dan mengerti agama, selayaknya hal seperti ini benar-benar dipahami. Harus ada beda (furqan) antara mereka yang sudah ngaji dengan yang belum ngaji.</p>
<p>Apalagi dengan adanya perkembangan teknologi yang sedemikian rupa saat ini seperti HP dan internet, peluang untuk mengungkapkan hal seperti itu melalui media menjadi terbuka lebar. Mungkin seseorang yang sudah mengaji, akan berpikir ulang untuk mengungkapkan rasa hatinya secara langsung saat bertatap muka atau melalui telepon rumah, karena malu didengar banyak orang dan butuh ’nyali’ yang besar. Tapi dengan adanya HP (sms), email, YM, atau BBM yang bersifat lebih pribadi, kadang ada juga calon pasangan yang ’tergoda’. Bukan bermaksud memojokkan, dalam hal ini, saya lihat justru dari pihak lelakilah yang sering kurang bisa menahan diri. Mungkin karena memang begitulah laki-laki diciptakan, jika menyangkut kecenderungan hati pada perempuan, apalagi perempuan tersebut sudah dia pinang (artinya sudah menerima dia sepenuh hati). Laki-laki akan cenderung tidak bisa ’menahan perasaan’nya. Oleh karena itu, perlu saling mengingatkan, saling taushiyah.</p>
<p>Menghadapi lelaki model begitu (biarpun kita juga tahu dia sudah mengaji cukup lama), diharapkan muslimahnya yang bisa bersikap lebih tegas dalam hal begini. Jika mulai ada tanda-tanda ’aneh’ dari calon suaminya, lebih baik terkesan galak dan jutek dari pada terjerumus ke hal-hal yang begini (nanti romantismenya setelah aqad saja lah).</p>
<p>Atau untuk lebih amannya, sejak awal selalu melibatkan orang ketiga dalam koordinasi tersebut. Misalnya minta kakak kandung, guru ngaji, atau teman ngaji yang dipercaya dalam setiap komunikasi. Jika saling ber-sms atau email orang-orang tersebut diforward atau melalui mereka dulu sebagai perantara (tidak langsung). Atau jika dengan YM dan BBM ya dibuat dalam conference. Bentuk-bentuk preventif semacam ini sangat penting, karena ternyata, meskipun sudah mendapatkan materi ma’rifatullah dan ma’iyatullah di awal tarbiyah, tetap saja membutuhkan ’polisi pengawas’ yang akan membuat calon pasangan berpikir ulang untuk bersikap ’aneh-aneh’.</p>
<p>Satu hal lagi yang perlu diingat untuk calon pasangan, bahwa keberkahan pasca menikah nanti, erat kaitannya dengan kebersihan proses pernikahan itu sendiri sejak awalnya. Karena pernikahan dalam Islam tetap bagian dari ibadah, dan sesuatu baru bernilai ibadah jika sudah mengunakan cara-Nya. Jika Allah suka, maka keberkahan-Nya akan turun menyemai pernikahan kita. Itulah sebabnya doa bagi sepasang pengantin yang disunnahkan adalah Barokallahu lakuma wabaaroka alaika…, bukan doa semoga cepat mendapatkan momongan, semoga langgeng sampai kakek nenek, dan sebagainya.</p>
<p>Tapi, bagaimana mungkin Allah akan memberikan keberkahan berlimpah, jika kita sendiri melakukan hal-hal yang membuat Allah tak suka? Jadi, jangan kotori atau membuat pernikahan kita sendiri tidak berkah, hanya karena kita tidak pandai mengelola rasa. Ketakmampuan kita dalam mengelola rasa yang mengotori proses menjekang pernikahan, itu ibarat menggali lubang untuk kuburan kita sendiri.</p>
<p>Lalu apa batasannya antara yang boleh dan tidak boleh dilakukan sambil menunggu aqad nikah? Batasan komunikasi antara calon pasangan setelah khitbah dikembalikan pada hati nurani masing-masing. Kira-kira ini memalukan tidak, keluar dari adab atau tidak. Namun yang perlu diingat adalah, Allah lebih berhak untuk mendapatkan rasa malu itu dari hamba-Nya. Rasa malu pada manusia sangat relatif, lagi pula manusia punya pengetahuan yang terbatas tentang apa yang dilakukan manusia lainnya. Tetapi, Allahu ’alimul ghoibi was syahadah! Allah Maha Mengetahui apa yang tampak dan apa yang disembunyikan oleh hati. Di mana kita akan bersembunyi dari Allah, saat perbuatan-perbuatan yang kurang terpuji itu saat itu juga langsung diketahui Allah? Kasarnya, jika sudah sulit mengendalikan hasrat hati, ingat-ingatlah hadits: jika kamu sudah tidak punya malu, berbuatlah sesukamu..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herisetiawan.web.id/yang-berjatuhan-di-jalan-taaruf.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menampilkan Facebook Fan Page Pada Website</title>
		<link>http://herisetiawan.web.id/menampilkan-facebook-fan-page-pada-website.html</link>
		<comments>http://herisetiawan.web.id/menampilkan-facebook-fan-page-pada-website.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2011 06:28:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Heri Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[tips n tricks]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook Fan Page code]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook like-box code]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook like-box script]]></category>
		<category><![CDATA[facebook marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herisetiawan.web.id/?p=78</guid>
		<description><![CDATA[Menambahkan fans page ato sering disebut juga like-box pada website sangat bermanfaat untuk menambah interaksi antara pemilik blog dengan pengunjungnya. Disamping itu juga ada manfaat yang lebih penting bagi para webmaster yang bergerak atau mempunyai motif bisnis. Integrasi Fans page Facebook dengan website anda akan berdampak pada peningkatan trafik baik dari Facebook sendiri maupun dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://herisetiawan.web.id/menampilkan-facebook-fan-page-pada-website.html/facebook-like-box-tifatul-sembiring" rel="attachment wp-att-83"><img class="size-medium wp-image-83 aligncenter" title="Facebook like box tifatul sembiring" src="http://herisetiawan.web.id/wp-content/uploads/2011/11/facebook-like-box-tifatul-sembiring-300x181.jpg" alt="facebook like box tifatul sembiring 300x181 Menampilkan Facebook Fan Page Pada Website" width="300" height="181" /></a></p>
<p>Menambahkan fans page ato sering disebut juga like-box pada website sangat bermanfaat untuk menambah interaksi antara pemilik blog dengan pengunjungnya. Disamping itu juga ada manfaat yang lebih penting bagi para webmaster yang bergerak atau mempunyai motif bisnis. Integrasi Fans page Facebook dengan website anda akan berdampak pada peningkatan trafik baik dari Facebook sendiri maupun dari search engine.<br />
<span id="more-78"></span><br />
Seseorang ketika menyukai website anda maka secara otomatis akan muncul di wall-nya, bahkan kadang ia share alamat website pada wall. Hal ini akan meningkatkan visibilitas website kita dimana orang dalam jaringan pertemanan Facebook akan melihatnya.</p>
<p>Memanfaatkan sifat narsis para pengguna Facebook menjadi salah satu faktor utama dari web promosi model ini. Seperti anda lihat pada gambar diatas, ketika seseorang klik &#8220;suka&#8221; atau &#8220;like&#8221; maka profile picturenya akan muncul pada like-box secara acak. Inilah kelebihan dari like-box.</p>
<p>Untuk menampilkan like-box, silakan anda copy kode like-box berikut:</p>
<blockquote><p><strong>&lt;script src=&#8221;http://connect.facebook.net/id_ID/all.js#xfbml=1&#8243;&gt;&lt;/script&gt;&lt;fb:like-box href=&#8221;http://www.facebook.com/tifatul.sembiring&#8221; width=&#8221;300&#8243; height=&#8221;180&#8243; show_faces=&#8221;true&#8221; stream=&#8221;false&#8221; header=&#8221;false&#8221;&gt;&lt;/fb:like-box&gt;</strong></p></blockquote>
<p>Keterangan kode:</p>
<ul>
<li><code><strong>id_ID</strong></code> : Bahasa Indonesia, untuk bahasa Inggris anda bisa pakai <strong><code>en_US</code></strong><code><strong></strong></code></li>
<li><code><strong>http://www.facebook.com/tifatul.sembiring</strong></code> : halaman page Tifatul Sembiring, silakan ganti dengan halaman yang ingin anda tampilkan<code><strong></strong></code></li>
<li><code><strong>width</strong></code> dan <code><strong>height</strong></code> : untuk mengatur dimensi/ukuran kotak<code><strong></strong></code></li>
<li><code><strong>show_faces</strong></code> , <code><strong>stream</strong></code> dan <code><strong>header</strong></code> : untuk mengatur tampilan like-box, hanya ada dua pilihan, <strong><code>true</code></strong> atau <strong><code>false</code></strong></li>
</ul>
<p>Berikut hasil penggunaan script untuk ukuran 500 x 180:<br />
<script src="http://connect.facebook.net/id_ID/all.js#xfbml=1"></script><fb:like-box href="http://www.facebook.com/tifatul.sembiring" width="500" height="180" show_faces="true" stream="false" header="false"></fb:like-box></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herisetiawan.web.id/menampilkan-facebook-fan-page-pada-website.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Image Insert Gak Pake Ribet di WordPress Post</title>
		<link>http://herisetiawan.web.id/image-insert-gak-pake-ribet-di-wordpress-post.html</link>
		<comments>http://herisetiawan.web.id/image-insert-gak-pake-ribet-di-wordpress-post.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jul 2011 02:22:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Heri Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[faster image insert]]></category>
		<category><![CDATA[faster image upload]]></category>
		<category><![CDATA[image insert plugin wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[image insert wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[image upload plugin wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[upload image wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herisetiawan.web.id/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Secara default, ketika kamu akan upload gambar untuk bikin tulisan baru di web site WordPress yang kamu host sendiri, maka tiap mau upload tu akan membuka pop up / jendela baru yang berisi halaman khusus untuk upload. Untuk koneksi yang lambat, tentu ini akan sangat mengganggu dan memakan waktu. Nah, untuk mempermudah pengguna wordpress [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://herisetiawan.web.id/image-insert-gak-pake-ribet-di-wordpress-post.html/faster-image-insert-2" rel="attachment wp-att-86"><img class="alignnone size-medium wp-image-86" title="faster image insert" src="http://herisetiawan.web.id/wp-content/uploads/2011/07/faster-image-insert1-300x140.jpg" alt="faster image insert1 300x140 Image Insert Gak Pake Ribet di Wordpress Post" width="300" height="140" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Secara default, ketika kamu akan upload gambar untuk bikin tulisan baru di web site WordPress yang kamu host sendiri, maka tiap mau upload tu akan membuka pop up / jendela baru yang berisi halaman khusus untuk upload. Untuk koneksi yang lambat, tentu ini akan sangat mengganggu dan memakan waktu.</p>
<p><a href="http://herisetiawan.web.id/image-insert-gak-pake-ribet-di-wordpress-post.html/insert-image-wordpress" rel="attachment wp-att-69"><img class="size-medium wp-image-69 aligncenter" title="insert image wordpress" src="http://herisetiawan.web.id/wp-content/uploads/2011/07/insert-image-wordpress-300x177.jpg" alt="insert image wordpress 300x177 Image Insert Gak Pake Ribet di Wordpress Post" width="300" height="177" /></a></p>
<p>Nah, untuk mempermudah pengguna wordpress dalam mengupload gambar, maka <a href="http://bitinn.net/2765/" target="_blank">David Frank</a> men&#8221;develop&#8221; sebuah plugin yang diberi nama <strong>Faster Image Insert</strong>. Dengan plugin ini, halaman image upload akan ditambahkan tepat dibawah form WordPress post area.</p>
<p><span id="more-65"></span>Bagaimana cara menginstallnya..? Ada beberapa cara installasi, tapi ane kasih cara yang mudah aja&#8230; gak pake ribet bin mbulet sehingga bisa buat kamu mumet&#8230; <img src='http://herisetiawan.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt="icon smile Image Insert Gak Pake Ribet di Wordpress Post" class='wp-smiley' title="Image Insert Gak Pake Ribet di Wordpress Post" /> </p>
<p>1. Dari Dashboard sidebar, lihat baris &#8220;<strong>Plugins</strong>&#8220;, pilih aja &#8220;<strong>Add New</strong>&#8221; yang berarti kamu ingin menginstall plugin baru untuk WordPress kamu. Kemudian pake fasilitas search plugin. Ketikan aja &#8220;faster image upload&#8221; ato &#8220;faster image insert&#8221; langsung dan eksekusi tombol searchnya.<br />
<a href="http://herisetiawan.web.id/image-insert-gak-pake-ribet-di-wordpress-post.html/wordpress-faster-image-upload-plugin" rel="attachment wp-att-66"><img class="size-medium wp-image-66 aligncenter" title="wordpress faster image upload plugin" src="http://herisetiawan.web.id/wp-content/uploads/2011/07/wordpress-faster-image-upload-plugin-300x236.jpg" alt="wordpress faster image upload plugin 300x236 Image Insert Gak Pake Ribet di Wordpress Post" width="300" height="236" /></a></p>
<p>2. Setelah itu akan ketemu sebuah plugin bernama &#8220;<strong>Faster Image Insert</strong>&#8220;. Langsung hajar aja, klik &#8220;<strong>Install Now</strong>&#8221; setelah itu akan terjadi proses installasi plugin.<br />
<a href="http://herisetiawan.web.id/image-insert-gak-pake-ribet-di-wordpress-post.html/install-faster-image-upload" rel="attachment wp-att-67"><img class="size-medium wp-image-67 aligncenter" title="install faster image upload" src="http://herisetiawan.web.id/wp-content/uploads/2011/07/install-faster-image-upload-300x256.jpg" alt="install faster image upload 300x256 Image Insert Gak Pake Ribet di Wordpress Post" width="300" height="256" /></a></p>
<p>3. Plugin sudah terinstall, sekarang tinggal selangkah lagi yaitu mengaktifkan plugin. Klik aja &#8220;<strong>Activate Plugin</strong>&#8220;&#8230; Beres dah, plugin sudah ready dan siap pakai&#8230;<br />
<a href="http://herisetiawan.web.id/image-insert-gak-pake-ribet-di-wordpress-post.html/activate-faster-image-insert" rel="attachment wp-att-68"><img class="size-medium wp-image-68 aligncenter" title="activate faster image insert" src="http://herisetiawan.web.id/wp-content/uploads/2011/07/activate-faster-image-insert-300x117.jpg" alt="activate faster image insert 300x117 Image Insert Gak Pake Ribet di Wordpress Post" width="300" height="117" /></a></p>
<p>Silakan membuat tulisan baru atau halaman baru, maka akan nampak halaman upload dibawah form tulisan. Just like the following image preview:<br />
<a href="http://herisetiawan.web.id/image-insert-gak-pake-ribet-di-wordpress-post.html/faster-image-insert" rel="attachment wp-att-70"><img class="size-medium wp-image-70 aligncenter" title="faster image insert" src="http://herisetiawan.web.id/wp-content/uploads/2011/07/faster-image-insert-300x279.jpg" alt="faster image insert 300x279 Image Insert Gak Pake Ribet di Wordpress Post" width="300" height="279" /></a></p>
<p>Selamat mencoba.. <img src='http://herisetiawan.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt="icon smile Image Insert Gak Pake Ribet di Wordpress Post" class='wp-smiley' title="Image Insert Gak Pake Ribet di Wordpress Post" /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herisetiawan.web.id/image-insert-gak-pake-ribet-di-wordpress-post.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>7 Golongan Yang Mendapatkan Naungan Allah</title>
		<link>http://herisetiawan.web.id/7-golongan-yang-mendapatkan-naungan-allah.html</link>
		<comments>http://herisetiawan.web.id/7-golongan-yang-mendapatkan-naungan-allah.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Jul 2011 23:45:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Heri Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[ad-dien al islam]]></category>
		<category><![CDATA[berdzikir]]></category>
		<category><![CDATA[bersedekah]]></category>
		<category><![CDATA[hadits naungan Allah]]></category>
		<category><![CDATA[hari terpaut dengan masjid]]></category>
		<category><![CDATA[mencintai karena Allah]]></category>
		<category><![CDATA[pemimpin adil]]></category>
		<category><![CDATA[pemuda radin beribadah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herisetiawan.web.id/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[Tujuh golongan yang Allah akan menaungi mereka pada hari yang tiada naungan melainkan naungan-Nya: Imam/Pemimpin yang adil Pemuda yang tumbuh dengan beribadat kepada Allah Laki-laki yang hatinya terpaut dengan masjid Dua orang yang saling mencintai kerana Allah, mereka bertemu dan berpisah kerana Allah Seseorang yg Berdzikir kepada Allah dan air matanya berlinang Laki-laki yang diajak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tujuh golongan yang Allah akan menaungi mereka pada  hari yang tiada naungan melainkan naungan-Nya:</p>
<ol>
<li> Imam/Pemimpin yang adil</li>
<li> Pemuda  yang tumbuh dengan beribadat kepada Allah</li>
<li> Laki-laki yang hatinya  terpaut dengan masjid</li>
<li> Dua orang yang saling mencintai kerana Allah,  mereka bertemu dan berpisah kerana Allah</li>
<li> Seseorang yg Berdzikir kepada  Allah dan air matanya berlinang</li>
<li> Laki-laki yang diajak (digoda) oleh  wanita yang bernasab yg tinggi dan cantik lalu ia berkata: Sesungguhnya  aku takut terhadap Allah</li>
<li> Seseorang yang bersedekah dengan cara yang  tersembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang  dibelanjakan oleh tangan kanannya</li>
</ol>
<p>(Riwayat al-Bukhari dan Muslim, Dari Abu Hurairah radhiallahu &#8216;anhu)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herisetiawan.web.id/7-golongan-yang-mendapatkan-naungan-allah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kok Hostingku Penuh Sendiri..? Tips Bersihin Hosting ala Pemula</title>
		<link>http://herisetiawan.web.id/kok-hostingku-penuh-sendiri-tips-bersihin-hosting-ala-pemula.html</link>
		<comments>http://herisetiawan.web.id/kok-hostingku-penuh-sendiri-tips-bersihin-hosting-ala-pemula.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Jun 2011 00:53:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Heri Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[hosting+domain]]></category>
		<category><![CDATA[file tidak penting di hosting]]></category>
		<category><![CDATA[hosting clean up]]></category>
		<category><![CDATA[hosting penuh sendiri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herisetiawan.web.id/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Jika antum (kamu) sudah punya hosting dan punya space pas-pas-an, tentu kamu akan merasakan menderitanya kekurangan space. Kadang kamupun akan bingung, kenapa kemaren spacenya masih 50% kok tiba-tiba penuh sendiri..? kenapa..? kenapa..? udah ngubungi yang punya hosting tapi kok orangnya invisible terus..? hehe.. (penyakit CS yang kebanyakan komplain). Kamu bisa ngebersihin hosting (clean up hosting) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika antum (kamu) sudah punya hosting dan punya space pas-pas-an, tentu kamu akan merasakan menderitanya kekurangan space. Kadang kamupun akan bingung, kenapa kemaren spacenya masih 50% kok tiba-tiba penuh sendiri..? kenapa..? kenapa..? udah ngubungi yang punya hosting tapi kok orangnya invisible terus..? hehe.. (penyakit CS yang kebanyakan komplain). <img src='http://herisetiawan.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt="icon biggrin Kok Hostingku Penuh Sendiri..? Tips Bersihin Hosting ala Pemula" class='wp-smiley' title="Kok Hostingku Penuh Sendiri..? Tips Bersihin Hosting ala Pemula" /> </p>
<p>Kamu bisa ngebersihin hosting (clean up hosting) kamu dari file-file &#8220;sampah&#8221; *** dengan cara kek gini (tips pemula, jangan banyak protes ya..!) :<br />
- Buka cpanel kamu, trus pelototin bagian file control manager:<br />
<a rel="attachment wp-att-58" href="http://herisetiawan.web.id/kok-hostingku-penuh-sendiri-tips-bersihin-hosting-ala-pemula.html/cpanel-file-control"><img class="size-medium wp-image-58 aligncenter" title="cpanel file control" src="http://herisetiawan.web.id/wp-content/uploads/2011/06/cpanel-file-control-300x106.jpg" alt="cpanel file control 300x106 Kok Hostingku Penuh Sendiri..? Tips Bersihin Hosting ala Pemula" width="300" height="106" /></a><br />
Disitu ane kasih 2 lingkaran sih, lingkaran yang ke-2 itu optional aja jika kamu pengguna wordpress.</p>
<p><span id="more-56"></span>Nah, untuk opsi pertama. Kita bersihin file &#8220;tidak penting&#8221; dari <a href="http://pandawahosting.com" target="_blank">hosting</a> melalui <strong>Disk Space Usage</strong>:<br />
<a rel="attachment wp-att-59" href="http://herisetiawan.web.id/kok-hostingku-penuh-sendiri-tips-bersihin-hosting-ala-pemula.html/clean-up-hosting"><img class="size-medium wp-image-59 aligncenter" title="clean up hosting" src="http://herisetiawan.web.id/wp-content/uploads/2011/06/clean-up-hosting-300x212.jpg" alt="clean up hosting 300x212 Kok Hostingku Penuh Sendiri..? Tips Bersihin Hosting ala Pemula" width="300" height="212" /></a><br />
Disitu nampak ada file directory &#8220;<strong>tmp/analog</strong>&#8221; dan &#8220;<strong>tmp/webalizer</strong>&#8220;. Kamu centang aja trus delete. Setelah itu bakalan muncul pesan konfirmasi untuk meyakinkan kamu apakah kamu bener-bener mau delete filenya. Klik &#8220;<strong>Yes</strong>&#8221; aja.. Selesai.</p>
<p>Sekarang untuk opsi kedua, jika kamu menggunakan wordpress:<br />
Masuk ke file manager &#8220;<strong>File Manager</strong>&#8221;<br />
<a rel="attachment wp-att-60" href="http://herisetiawan.web.id/kok-hostingku-penuh-sendiri-tips-bersihin-hosting-ala-pemula.html/wordpress-error-log"><img class="size-medium wp-image-60 aligncenter" title="wordpress error log" src="http://herisetiawan.web.id/wp-content/uploads/2011/06/wordpress-error-log-300x112.jpg" alt="wordpress error log 300x112 Kok Hostingku Penuh Sendiri..? Tips Bersihin Hosting ala Pemula" width="300" height="112" /></a><br />
Wordpress yang berumur lama akan selalu menyimpan log pada file yang bernama <strong>error_log.txt</strong>. Ane pernah nemuin file error_log.txt yang berukuran ratusan Megabytes, bayangin kalo hosting kamu kurang dari 1G&#8230; apalagi cuman 100M aja.. <img src='http://herisetiawan.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt="icon lol Kok Hostingku Penuh Sendiri..? Tips Bersihin Hosting ala Pemula" class='wp-smiley' title="Kok Hostingku Penuh Sendiri..? Tips Bersihin Hosting ala Pemula" /> . Udah, libas aja itu file, beres&#8230;.</p>
<p>*** Note: Secara umum directory &#8220;<strong>tmp</strong>&#8221; digunakan untuk keperluan &#8220;<strong>log</strong>&#8220;, file ini bisa dipake untuk keperluan analisa maupun log history dari website kamu. Selamat bersih-bersih hosting&#8230; <img src='http://herisetiawan.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt="icon biggrin Kok Hostingku Penuh Sendiri..? Tips Bersihin Hosting ala Pemula" class='wp-smiley' title="Kok Hostingku Penuh Sendiri..? Tips Bersihin Hosting ala Pemula" /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herisetiawan.web.id/kok-hostingku-penuh-sendiri-tips-bersihin-hosting-ala-pemula.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Reset &#8220;Ink Has Run Out&#8221; Canon Printer</title>
		<link>http://herisetiawan.web.id/reset-ink-has-run-out-canon-printer.html</link>
		<comments>http://herisetiawan.web.id/reset-ink-has-run-out-canon-printer.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Jun 2011 23:47:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Heri Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[komputer]]></category>
		<category><![CDATA[reset cartridge canon]]></category>
		<category><![CDATA[reset Ink Has Run Out]]></category>
		<category><![CDATA[reset tinta canon]]></category>
		<category><![CDATA[reset tinta ip1980]]></category>
		<category><![CDATA[reset tinta ip2770]]></category>
		<category><![CDATA[reset tinta mp198]]></category>
		<category><![CDATA[reset tinta mp258]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herisetiawan.web.id/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Gak pake basa-basi, berikut ini cara reset error &#8220;Ink Has Run Out&#8221; untuk seri Canon printer yang paling laris manis di Indonesia&#8230; Reset error &#8220;Ink Has Run Out&#8221; MP198/MP258/MPMP278: Tekan tombol reset pada printer panel selama sekitar 5 detik. Buka tutup printer kemudian copot catridge dan pasang kembali. Lakukan 2x jika error terjadi pada kedua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gak pake basa-basi, berikut ini cara reset error &#8220;Ink Has Run Out&#8221; untuk seri Canon printer yang paling laris manis di Indonesia&#8230;</p>
<p><strong>Reset error &#8220;Ink Has Run Out&#8221; MP198/MP258/MPMP278:</strong></p>
<ul>
<li>Tekan tombol <strong>reset</strong> pada printer panel selama sekitar 5 detik.</li>
<li>Buka tutup printer kemudian copot catridge dan pasang kembali. Lakukan 2x jika error terjadi pada kedua catridge.</li>
</ul>
<p>Note: dicoba di MP258 dan MP278, besar kemungkinan bisa digunakan juga pada Canon seri MP yang lain.</p>
<p><span id="more-51"></span></p>
<p><strong>Reset error &#8220;Ink Has Run Out&#8221; iP1880/iP1980/iP2770:</strong></p>
<ul>
<li>Tekan tombol <strong>resume</strong> pada printer selama sekitar 5 detik.</li>
<li>Buka tutup printer kemudian copot catridge dan pasang kembali. Lakukan 2x jika error terjadi pada kedua catridge.</li>
</ul>
<p>Note: dicoba di iP1980 dan iP2770, besar kemungkinan bisa digunakan juga pada Canon seri iP yang lain seperti iP1600, iP1700, iP2000 dsb.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herisetiawan.web.id/reset-ink-has-run-out-canon-printer.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mereka Semua Saudara-Saudaraku</title>
		<link>http://herisetiawan.web.id/mereka-semua-saudara-saudaraku.html</link>
		<comments>http://herisetiawan.web.id/mereka-semua-saudara-saudaraku.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Mar 2011 13:43:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Heri Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[ajar nulis]]></category>
		<category><![CDATA[persaudaraan]]></category>
		<category><![CDATA[ukhuwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herisetiawan.web.id/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Ini hanyalah sebuah perumpamaan. Perumpamaan dari sebuah peristiwa yang sedang terjadi. Apakah menyakitkan..? Ya..! sangat menyakitkan jika didengar, sakitnyapun menusuk sampai sumsum tulang. Tersirat sebuah kalimat dalam benak yang hampa, &#8220;Hanya seperti inikah akhir dari perjalanan panjang..?&#8221; ____________________ Alkisah, ada 5 saudara kandung, masing-masing sudah tinggal sendiri-sendiri walaupun rumahnya tidak berjauhan. Kakak yang paling tua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-40" href="http://herisetiawan.web.id/mereka-semua-saudara-saudaraku.html/200169904-001"><img class="size-medium wp-image-40 aligncenter" title="persaudaraan" src="http://herisetiawan.web.id/wp-content/uploads/2011/03/persaudaraan-300x236.jpg" alt="persaudaraan 300x236 Mereka Semua Saudara Saudaraku" width="300" height="236" /></a></p>
<p>Ini hanyalah sebuah perumpamaan. Perumpamaan dari sebuah peristiwa yang sedang terjadi. Apakah menyakitkan..? Ya..! sangat menyakitkan jika didengar, sakitnyapun menusuk sampai sumsum tulang. Tersirat sebuah kalimat dalam benak yang hampa, &#8220;Hanya seperti inikah akhir dari perjalanan panjang..?&#8221;</p>
<p>____________________<br />
Alkisah, ada 5 saudara kandung, masing-masing sudah tinggal sendiri-sendiri walaupun rumahnya tidak berjauhan. Kakak yang paling tua bernama Yudi. Hendri adalah anak kedua, Andi adalah anak ketiga. Saya sendiri adalah anak keempat dan mempunyai adik bernama Imam.</p>
<p>Pada suatu saat dua kakak saya yang paling tua (mas Yudi dan mas Hendri) ribut-ribut, sampai-sampai para tetangga tahu kalo mereka sedang ada masalah. Tidak hanya itu, para tetanggapun juga tahu apa masalahnya. Oh, ternyata mas Yudi sedang marah dengan mas Hendri. Bahkan, mas Yudi pun sampai melaporkan mas Hendri ke polisi.</p>
<p><span id="more-39"></span>Mas Andi (saudara ke-3) mendukung mas Yudi, entah kenapa beliau seperti itu tapi memang mas Andi cukup dekat dengan mas Yudi. Sedangkan adik saya, Imam (saudara ke-5), sangat dekat dengan mas Hendri, maklumlah, mas Hendri ini dulunya sering membantu Imam, membantu dari sejak kuliah sampai Imam mempunyai mandiri dengan mempunyai usaha sendiri.</p>
<p>Lalu, apa sih yang dipermasalahkan..? Ternyata dari apa yang saya dengar, mas Yudi menuduh mas Hendri pengedar narkoba. Mas Yudi mengatakan kalo dia punya bukti dan saksi. Mas Yudi mengaku sudah berusaha mengingatkan mas Hendri untuk menghentikan perbuatan itu karena itu perbuatan merusak dan melanggar hukum tapi kata mas Yudi, mas Hendri tetap saja melakukan aktifitas itu. Akhirnya kamipun terpecah, mas Yudi + mas Andi berseteru dengan mas Hendri + dik Imam.</p>
<p>Perseteruan masih berlangsung, mas Yudi sudah melaporkan ke polisi tapi polisi belum mulai memprosesnya. Suatu saat ada tetangga (seorang ibu-ibu) yang kebetulan mendengar masalah ini menanyakan kepada saya,</p>
<p>&#8220;Gimana mas kasus kakak mas yang kemarin kok sampai ribut-ribut..?&#8221;</p>
<p>Saya pun menjawab, &#8220;Maaf bu, saya juga kurang tahu karena setahu saya ndak ada masalah apa-apa. Tahu-tahu ya muncul begitu saja.&#8221;</p>
<p>Ibu itu bertanya lagi, &#8221; Terus, yang benar yang mana..? apa benar Hendri itu pengedar narkoba..?&#8221;<br />
Saya jawab, &#8220;Kalo saya sih menunggu dan mengikuti hasilnya saja bu. Saya tidak punya bukti kalo mas Hendri mengedarkan narkoba, mas Yudi juga belum memberikan buktinya kepada saya, dia cuman memberikan buktinya kepada kepolisian. Jadi saya juga ndak bisa mengatakan kalo mas Hendri salah.&#8221;</p>
<p>Ibu itu masih bersemangat tanya, &#8220;Lha terus, kok ndak diselesaikan didalam dulu saja toh..?, khan sesama saudara kandung..?&#8221; Sayapun cuman dengan enteng menjawab, &#8220;Ya, mungkin mas Yudi sudah memberikan nasehat kepada mas Hendri tapi mas Hendri tidak mau tahu bu, mas Yudi sudah gak tahan, jadinya mas Yudi lapor kepolisian. Ato mungkin juga karena mas Yudi juga khawatir kalo mas Hendri mengajak dik Imam atopun saya atopun tetangganya mengikuti jejaknya menjadi pengedar narkoba.&#8221;</p>
<p>Ibu itu melanjutkan, &#8220;Oh begitu ya..? ya semoga saja masalahnya cepat selesai dan tidak berlarut-larut ya mas..&#8221; Saya jawab, &#8220;Terimakasih ya bu, do&#8217;akan kami supaya selalu dalam kebaikan.., sebenarnya saya juga malu kepada Bapak/Ibu kami yang sudah meninggal karena masalah ini.&#8221;<br />
_______________________</p>
<p>Kalau kalian ada pada posisi saya, lalu yang mana yang akan kalian ikuti dan bagaimana sikap kalian..?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herisetiawan.web.id/mereka-semua-saudara-saudaraku.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

