Al Hayaa’ Minal Iimaan

Posted at March 6, 2011 by Heri Setiawan on category ad-dien al islam

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ قَالَ أَخْبَرَنَا مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ عَلَى رَجُلٍ مِنْ الْأَنْصَارِ وَهُوَ يَعِظُ أَخَاهُ فِي الْحَيَاءِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَعْهُ فَإِنَّ الْحَيَاءَ مِنْ الْإِيمَانِ

Abdullah bin Yusuf menuturkan kepada kami. Dia berkata; Malik bin Anas mengabarkan kepada kami dari Ibnu Syihab dari Salim bin Abdullah dari ayahnya bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melewati salah seorang lelaki dari kaum Anshar sedang menasehati saudaranya karena rasa malu yang ada pada orang itu, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Biarkanlah dia, sesungguhnya rasa malu itu adalah bagian dari iman.” (HR. Bukhari dalam Kitab al-Iman, bab al-Haya’ minal iman).

Orang yang tidak tahu malu pasti cenderung kepada kemaksiatan. Karena ketidakmaluannya, seseorang akan dengan “tanpa rasa bersalah” melakukan perbuatan yang seharusnya dihindari. Mencuri, berzina, mengumbar aurat bahkan tertawa terbahak-bahak pun akan dilakukannya tanpa ada rasa menyesal dan takut. Maka, jika kamu tidak mempunyai rasa malu, berbuatlah sesukamu. Dengan begitu, kamu tidak ubahnya seperti seekor binatang, bahkan lebih hina dari binatang karena kamu diberi akal tapi tidak digunakan untuk berpikir.




Tulisan terkait Al Hayaa’ Minal Iimaan